Assalamualaikum Wr, Wb Perkenalkan, saya Asrul. Saya mahasiswa dari Politeknik Pariwisata Makassar, program studi Manajemen Bisnis Perjalanan Wisata (MJP) Semester 4 C. Buat kamu yang belum tahu, Kampus saya merupakan kampus negeri yang berada dibawah naungan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Oleh karena itu, biaya SPP nya sangat terjangkau dan Tour kami di Bali selama 3 hari 2 malam ini, sepenuhnya ditanggung oleh Kampus kami. Kalau kamu niat untuk join bersama kami, kamu bisa langsung googling SBMNPTN Pariwisata.
Tidak lupa saya ucapkan terimah kasih kepada Dosen pendamping kami Pak Hadi, Mam Rahmawati dan Mam Yenny yang telah menemani kami selama tour kami di Bali. Dan tamu spesial kami saat kami berada di Bali, Pak Arfin. Serta vendor kami Kak Ope dan Kak Ulla. Dan juga Tour Guide kami selama di Bali, Bli Putu dan Mbok Dewi.
Dalam Kesempatan kali ini, saya akan melaporkan mengenai Kegiatan Tour kami selama 3 Hari dan 2 Malam di Bali dengan Tema Nature of Bali. Nah, saya sudah membagi laporan saya kedalam beberapa postingan. Teman-teman bisa langsung memilih postingan yang teman-teman ingin kunjungi.
Hari Pertama
Tour Ke Bali dimulai pada tanggal 27 Mei, dimana semua peserta berkumpul di bandara sebelum jam 04.30 WITA untuk memudahkan proses check-in dll. Ketika saya tiba di Bandara, Tour Leader harian sudah berada di konter check-in untuk mengurus bagasi. Setelah memberikan bagasi saya, saya pun menuju ke ruang tunggu. Di ruang tunggu, kami diarahkan untuk mengisi E-Hac oleh TL Umum dan Harian. Setelah mengisi E-hac, saya mengambil beberapa klip video untuk memenuhi tugas saya sebagai video dokumenter.
Setelahnya, kami menunggu beberapa saat untuk sebelum naik ke pesawat yang kami gunakan. Waktu pun berjalan, akhirnya tiba juga kesempatan untuk Boarding. Kami pun menyiapkan Boarding Pass dan KTP kami sebelum mengantri untuk melakukan proses boarding. Proses Boarding Berjalan dengan sangat lancar.
Perjalanan dari Makassar ke Bali tidak begitu lama, sekitar 08.20 WITA kami tiba di Bandara I Gustri Ngurah Rai, Bali. Saat kami tiba, kondisi bandara masih sangat sepi. Setelah mengururs bagasi kami, kami menuju ke pintu kedatangan. Disana kami disambut Bli Putu dan Mbok Dewi dengan melakukan pengalungan bunga kamboja. Kemudian kami melakukan foto bersama sebelum menuju ke Bus masing-masing. Pada hari pertama, saya ditempatkan di Bus 2 dengan TG Bli Putu dan Dosen Pendamping Mam Yenny dan Mam Ati.
1. Berikut adalah DTW yang kami kunjungi di hari pertama tur :
- Pura Luhur Uluwatu
- Pantai Padang-Padang
- Pantai Dreamland
- Lunch at Be Fish Restaurant
- Visit Poltekpar Bali
- Pantai Pandawa
- Melasti Beach
Pura Uluwatu
Destinasi pertama kami adalah Pura Uluwatu. Ketika kami tiba di Uluwatu, kami diharuskan memakai kain seperti selendang yang diikatkan di perut kami. Setelah kami memakai itu, barulah kami berjalan menuju ke Pura Uluwatu. Disini, terdapat banyak monyet liar yang berkeliaran dan karena itu kami selalu diperingatkan untuk berhati-hati agar barang-barang yang kami bawa tidak diambil olehnya.
Dan seputar apa itu Pura, darimana nama Uluwatu berasal dan apa makna dari kata itu Bli Putu memberikan penjelasan mengenai pura sebelum waktu bebas dan kami mendapat kesempatan untuk mengambil gambar. Sesudah itu, kami pun kembali ke Bus untuk melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya, yaitu Pantai Padang-Padang.
Pantai Padang-Padang
Jadi setelah kami tiba di pantai padang ada suatu hal yang tidak bisa saya lupakan yaitu tangganya. Kenapa begitu? Karena tangganya luar biasa panjang dan itu cukup melelahkan untuk turun dan naik disini. Namun, itu semua terbayar dengan keindahan pantai. Sayangnya, karena sehari sebelum kami berkunjung itu full moon jadi ombak disini lagi besar-besarnya. Padahal pantai ini merupakan tempat surfing bagi para wisatawan. Dari Padang-padang kami ke Be Fish untuk Lunch. Sesudahnya kita melakukan kunjungan ke Poltekpar Bali.
Poltekpar Bali
Jadi kami mendapatkan kesempatan untuk dapat berkunjung ke Poltekpar Bali dan Saya sangat kagum dengan infrastruktur yang dimiliki Poltekpar Bali. Dari dindingnya yang bergaya, dan bangunan didalamnya yang benar-benar menyatu dengan budaya Bali. Kami melakukan tur sambil berjalan memutari Poltekpar Bali. Selama perjalanan, saya melihat banyak patung dan gazebo disekitar kampus. Ditambah dengan udara yang menyejukan, saya dapat mengatakan bahwa ini adalah tempat yg sangat bagus untuk belajar.
Dan ada Satu kejutan besar menanti kami di Poltekpar Bali, yaitu kedatangan Pak Sandiago Uno sebagai Menparekraf saat ini. Kami pun menanti kedatangan nya dengan antusias di Poltekpar Bali. Setelah Pak Sandiago datang, kami segera mengambil foto dan video bersama Pak Sandiago Uno. Sesudahnya, kami kembali ke Bus dan melanjutkan perjalanan ke perjalanan ke Pantai Dreamland.
Pantai Dreamland
Dreamland Beach. Pada awalnya, Dreamland adalah mega proyek yang dimiliki oleh Cendana Grup, Tommy Suharto. Di kawasan Dreamland, terdapat lapangan golf, resorts, villas, hotels, apartments dan beachclubs. Dulu proyek ini sempat gagal, namun saat ini proyek ini sedang pembangunan ulang.
Sebelum disebut Dreamland, tempat ini disebut dengan nama Pantai Labuan Said yg ditujukan untuk masyarakat lokal. Namun, dengan perkembangan pariwisata yg pesat di Bali dan khususnya Badung yg menjadi penyumbang devisa terbesar kedua di Indonesia sebelum masa korona. Pantai Labuan Said pun diubah menjadi tanah impian para turis yg membawakan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.
Sayangnya pada saat kami mengunungi Dreamland, ombaknya sedang deras-derasnya dan ada bendera merah yg artinya dilarang surfing. Sehingga kami tidak turun ke pantai dan hanya melihat-lihat dari anjungan saja. Kami kemudian melanjutkan perjalanan ke Pantai Pandawa.
Pantai Pandawa
Ketika masuk ke Pantai Pandawa, kita disuguhi pemandangan disebalah kanan ada pantai dan disebelah kiri ada tebing yang menjulang. Di tebing ini terdapat patung-patung Pandawa dan Dewi Sinta. Pantai ini memiliki ruang parkir yang sangat luas.
Pantai Melasti
Pantai Melasti memiliki penampilan yang sama dengan Pantai Pandawa. Ada gerbang pintu masuk ke pantai ini. Pemandang di pantai ini sangat indah. Namun, aktivitas kami hanya terbatas di sekitar gerbang saja. Setelah menyelesaikan guiding disini, kami melanjutkan perjalanan ke Evitel Hotel untuk Check in.
Evitel Hotel
Setelah tiba di Evitel Hotel kami melakukan evaluasi selama tour kami hari pertama dan kami di arahkan untuk mempersiapkan diri untuk hari esok karena bsok kami akan melakukan Rafting.
Saat berada di Bus, kami melakukan guiding sesuai dengan pembagian yang sudah dilakukan sebelumnya.
Hari Kedua
Di hari kedua tour (28/05/2021) kami memiliki jadwal sebagai berikut :
- Rafting di Ubud
- Lunch
- Explore Ubud (Pura Sarasvasti, Puri Ubud, Tegalalang)
- Tegenungan Waterfall
Di hari kedua ini, kami memakai baju merah untuk rafting. Kami akan melakukan rafting kurang lebih selama 2 jam. Sebelum rafting, kami melakukan morning exercise di loby sebelum breakfast. Sesudah breakfast, kami menuju ke Bali Bintang View untuk rafting.
Bali Bintang Rafting
Setelah Kami pergi ke Bali Bintang View dengan Bus. Setibanya disana, kami diarahkan untuk menyimpan barang kami dan mengambil peralatan rafting seperti pelampung dan dayung. Sesudahnya, kami diberikan instruksi singkat oleh guide disana. Setelah semuanya siap, kami pun berangkat ke tempat rafting. Untuk ke tempat raftingnya, kami menggunakan kendaraan pick up yang sudah di modif dengan tempat duduk dan atap. Perjalanan memakan waktu sekitar 10 - 15 menitan. Setelah tiba, kami tidak langsung rafting tetapi harus berjalan menurun sebuah jurang selama 10-15 menit lagi untuk tiba di sungainya.
Akhirnya kami tiba di pinggir sungai nya. Setelah boats nya disiapkan, kami pun berangkat rafting. Karena ini adalah rafting pertama saya, ini cukup menakutkan. Namun, dengan ditemani oleh instruktur yang berpengalaman dari Bali Bintang View selama rafting tidak terjadi hal yang tidak di inginkan kepada kami. Sungai yang kami lewati juga merupakan sungai yg cocok untuk pemula yang baru pertama kali melakukan rafting.
Pengalaman paling seru selama rafting adalah ketika melakukan perang air dengan menyiram teman-teman di boat lain. Selama kami rafting, kami melakukan istirahat selama 2x dan ada 2 titik point pertama disaat dibawah air terjun kecil dan disana kita bersenang-senang disana dan melakukan foto bersama. Sesudah rafting, kami pun kembali ke Bali Bintang View untuk berganti pakaian dan menikmati Lunch.
Pura dan Puri Ubud
Pura dan Puri Ubud terletak di tengah Ubud. Karena berdekatan, kita hanya perlu berjalan dari Pura ke Pura ke Puri saja yang memakan waktu tidak sampai 10 menitan. Puri Ubud merupakan tempat tinggal raja dan bangsawan ubud. Sedanggkan Pura Ubud atau Pura Sarasvati merupakan tempat masyarakat hindu menyembah Dewi Sarasvati yang merupakan Dewi Pengetahuan. Kedua nya memiliki infrastruktur yang sangat unik. Di Pura Ubud sendiri terdapat Kolam yang dipenuhi bunga teratai. Bunga ini sangat indah. Terdapat juga pintu gerbang besar di Keduanya. Banyak patung-patung juga yang menghiasi kedua tempat ini.
Setelah menikmati Pura dan Puri Ubud, kami melanjutkan perjalanan ke Tegalalang.
Tegelalang
Tegalalang adalah area persawahan terasering. Tegalalang menggunakan sistem subak, yang merupakan cara becocok tanam tradisonal masyarakat bali. Karena terasering, kamu bisa melihat hamparan padi yang miring seperti berada di tebing. Pemandangan nya luar biasa indah. Sayangnya, dua minggu lalu sawahnya sudah di panen sehingga pada saat kami berada disana, sawahnya tidak hijau ataupun kuning. Dan karena korona, banyak fasilitas yang ditutup. Kami tidak lama di tegalalang, karena harus melanjukan perjalanan ke Tegenungan Waterfall.
Tegenungan Waterfall
Jadi di spot kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan tempat ini dan setelah tiba di spot Satu hal yang tidak pernah hilang yaitu Tangganya. Dari parkiran menuju ke air terjunnya, kami harus menuruni tangga yang sangat panjang. Membicarakannya saja membuat kaki saya pegal. Pemandangan nya memang indah, air terjunnya juga sangat besar. Tapi rasa lelah menghilangkan kemampuan saya untuk mengagumi air terjun ini. Dan karena air sangat tinggi dan deras jadi turis-turis yang datang tidak dapat berendam di bawah air terjun ini. Dan kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju Tanah Lot.
Tanah Lot
Tanah Lot sebenarnya bukan DTW yang kami kunjungi di hari kedua melainkan di hari ketiga. Namun, karena ada perubahan jadwal, dtw ini kami kunjungi lebih cepat dari jadwalnya. Dari area parkir, kita melewati toko-toko yang menjual oleh-oleh lokal sebelum kita tiba di Pura Tanah Lot. Pemandangan di sekitar tanah lot sangatlah luar biasa. Ada Pura yang berdiri diatas batu karang., itu adalah Pura Tanah Lot. Disekitar pura, terdapat hamparan Setelah dari Tanah Lot, kami menuju ke J4 Hotel untuk check in.
Tanah Lot pun menjadi DTW terakhir yang kami kunjungi di Tour Hari kedua kami. Setelahnya, kami menuju J4 Hotel Legian. Dan melakukan evaluasi kembali.
Hari Ketiga
Pantai Kuta dan Beach Walk Mall
Hari ketiga adalah hari terakhir kami di Bali. Kami mengawali hari ini dengan rapid test yang dilakukan di J4 Hotel Legian Sesudahnya, kami mengikuti kegiatan Walking Tour ke Kuta Beach dari Hotel J4. Perjalanan dari hotel ke Kuta memakan waktu sekitar 15 menit. Disana kami memiliki free program bagi yang sudah lulus guiding dan yang tidak melakukan pelanggaran selama tour di hari pertama dan kedua. Setelah dari Pantai Kuta kami menuju ke Beachwalk Mall, dan hanya jalan-jalan sebentar.
Kue Pie Susu dan Krisna
Dari beachwalk mall, kami kembali ke hotel J4 Legian untuk melakukan check out. Setelah check out, kami menuju ke Pabrik Kue Pie Susu. Disana kami membeli cukup banyak kue pie asli Bali ini. Dari Kue Pie Susu, kami berangkat ke Rumah Makan untuk menyantapi lunch kami. Sesudah lunch, kami menuju Krisna untuk membeli Oleh-Oleh. Di Krisna, terdapat banyak barang yang dijual. Mulai dari aksesoris, pakaian, gantungan kunci, hiasan, dll. Saya membeli tas kecil dan juga kalung untuk oleh-oleh.
Jogger
Setelah berbelanja di Krisna, kami menuju ke tempat perbelanjaan berikutnya, Joger. Katanya Joger ini hanya ada di Bali ya dan tidak bisa ditemukan dimana-mana selain di Bali. Di Bali saja, hanya ada dua toko Joger. Harga barang di Joger cukup mahal. Untuk pakaian, harganya mulai dari Rp. 100.000,00. Namun kamu masih bisa mendapatkan Sendal Jogger dengan harga yang murah, mulai dari Rp.30.000,00
Kalau kamu mau hemat, kamu bisa belanja di toko yang berada di depan jogger. Meskipun kualitasnya tidak sepeti Jogger, harga nya yang miring menjadikan itu tempat yang layak kamu kunjungi.
Jogger pun menjadi tempat terakhir yang kami kunjungi di Bali. Setelah dari Jogger, kami langsung menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk kembali ke Makassar. Ini Juga menjadi penutup dari Tour hari ketiga kami.
Jadi dari setiap DTW yang kami kunjungi sudah menerapkan CHSE jadi jika ada objek wisata yang tidak menerapkan CHSE maka tempat tersebut tidak dapat beroperasi dan Kami juga selalu menerapkan penerapan CHSE di DTW yg kami kunjungi.
2. Penjelasan dari DTW yang dikunjungi, termasuk Aktivitas dan fasilitas yang tersedia dan Penerapan CHSE di tiap DTW yang dikunjungi. Dibawah ini saya berikan link langsung menuju blog yang sudah dibuat oleh peserta tour yang dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengobservasi satu DTW per Kelompok.
Thank you so much to reading my blog i hope my blog can be useful and you can get some information, If you have any question don't forget to ask down below.
Warm Regards, Asrul
✨✨✨
BalasHapus